Berita

Kemendikbudristek: PTM Akan Diberhentikan Jika Terdapat Kasus Covid

Kemendikbudristek: PTM Akan Diberhentikan Jika Terdapat Kasus Covid

Kementrian pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2022 mengenai Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Surat Edaran (SE) tersebut diterbitkan dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19 di beberapa daerah.

Sekretaris Jenderal Kemnendikbudristek, Suharti mengatakan dengan mempertimbangkan situasi pendemi Covid-19 saat ini berdasarkan hasil pembahasan bersama antara Kementrian Koordinator Bidang Kematiriman dan Investasi (Kemenkomarvest), Kementrian Agama (Kemenag).

Kemudian Kementrian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kemendikbudristek, diperlukan dikresi Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang mengatur Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di masa Pandemi Covid-19.

Kesepakatan di atas juga berdasarkan masukan dari berbagai pihak di luar kementrian terkait.

“Kami ingin pembelajaran di satuan pendidikan bisa berkalan baik dengan tetap meminimalkan risiko penularan Covid-19 di satuan pendidikan,” terang Suharti di Jakarta Senin (1/8)

Pemda juga didorong untuk merespon dengan cepat bila mendapat informasi/survelians epidemiologis. untuk selanjutnya melakukan penelusuran kontak erat (tracing) dan tes Covid-19 lalu melakukan penetapan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan bedasarkan hasil yang dipeloreh.

Selain itu, pemda juga diharuskan melakukan pengawasan dan memberikan pembinaan terhadap penyelenggaraan PTM yang masih berlangsung di daerahnya, terutama memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat oleh satuan pendidikan.

“Penemuan kasus aktif (active case finding) di satuan pendidikan baik melalui pelacakan kontak dari penemuan kasus aktif, survei berkala maupun penggunaan aplikasi Peduli Lindungi,” terangnya.

Lebih lanjut, SE tersebut mengatur mengenai penghentian PTM pada rombongan belajar paling sedikit 7 hari jika terdapat kasus konfirmasi Covid-19 dalam hal ini terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 5% atau lebih.

“Dalam Surat Edaran yang baru dikeluarkan ini berbeda dengan sebelumnya. Jika ada yang terpapar Covid-19 apabila bersangkutan bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan/atau hasil survelians epidemilogis menunjukan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah 5%.

“Kemendikbudristek terus mendorong serta mengupayakan adanya percepatan vaksinasi lanjutan (booster) bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta pemberian vaksinasi untuk peserta didik yang telah memenuhi syarat sebagai penerima vaksin Covid-19,’ pungkas Suharti.

PGRI Desak Pemerintah Tuntaskan Pengangkatan Honorer

PGRI Desak Pemerintah Tuntaskan Pengangkatan Honorer

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terus mendesak pemerintah untuk menuntaskan pengangkatan tenaga honorer. kondisi saat ini sudah darurat kekurangan guru.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Unifah Rosyadi berharap pemerintah fokus pada tata kelola guru yang lebih substansial, Komprehensif, dan berkelanjutan. “Pemenuhan jumlah guru, ditribusi, dan peningkatan kompetensinya harus menjadi pelatihan utama pemerintah agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.(2/8)

Ia menambahkan, desakan ini telah disampaikan saat pelaksanaan Rakornas PGRI. Desakan untuk menuntaskan pengankatan honorer ini merespon rencana penghapusan tenaga honorer yang menuai polemik. “Saat ini Indonesia mengalami darurat kekurangan guru” tambahnya.

Data yang pernah dirilis dalam RDP komisi X DPR dengan Kemendikbudristek tahun 2021, jumlah guru saat ini sebanyak 2.735.784 dengan persebaran 1.226.460 merupakan guru PNS dan 1.509.324 bukan merupakan guru PNS.

Khusus untuk sekolah negeri jumlah guru sebanyak 2.063.230 terdiri atas 1.236.112 atau 60 persen guru PNS, 742.469 atau 36 persen guru Non PNS, sebanyak 63.264 atau 3 persen guru CPNS, dan 34.954 atau 1 persen guru PPPK. Jumlah ini masih kurang dari kebutuhan yang seharusnya menjadi guru di sekolah negeri yakni 2.368.716. “Artinya masih terjadi defisit sejumlah 947.945 guru,” imbuhnya.

Kondisi ini semakin parah jika kita melihat prediksi jumlah guru yang pensium antara 2022 sampai 2024 yang diperkirakan mencapai 222.081 guru. Dengan rata-rata 74.027 guru yang pensiun setiap tahunya.

Selain itu, kemungkinan lain guru mengalami mutasi bahkan wafat sebelum masuk usia pensiun akan membuat laju penurunan jumlah guru. Hal ini menunjukan disparitas antara jumlah dan persebaran yang kuran merata di seluruh Indonesia. “Jika ketersediaan guru mengalami kelambatan atau bahkan tidak terpenuhi, dapat dipastikan akan terjadi stagnasi kualitas pendidikan Indonesia,” tuturnya.

Menurut keadaan darurat kekurangan guru dalam jangka waktu lama dan berlarut-larut dalam proses penanganannya sangan merugikan dunia pendidikan. “Akselerasi peningkatan kualitas pendidikan sulit terwujud apabila pemenuhan jumlah guru dan peningkatan kualitasnya tidak segera terwujud,” ungkapnya.

Mendikbudristek Hapus 3 Dosa Pendidikan Indonesia

Mendikbudristek Hapus 3 Dosa Pendidikan Indonesia

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim Menyatakan akan memembasmi tiga dosa dalam sistem pendidikan Yakni kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi.

Dan tiga permasalahan tersebut, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan menjadi poin pertama yang akan di tuntaska.

“Kami akan mulai tahun ini hingga tahun depan mulai menegaskan isu tiga dosa. Kita akan mulai dengan tema kekerasan seksual,” kata Nadiem saat kunjungan kerja di kampus Universitas Sumatera Utara (USU).

Menurutnya, kekerasan seksual saat ini menjadi wabah yang kerap di temukan di lingkungan Pendidikan. Khususnya pada tingkat perguruan tinggi.

“Ini akan menjadi salah satu perjuangan kita untuk memastikan mahasiswa dan dosen merasa aman dan bebas dari kekerasan seksual.” ujar Nadiem.

Upaya penghapusan intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan akan di lakukan melalui program Merdeka Belajar. “Dalam Program Merdeka Belajar itu, salah satunya akan mengutamakan pendidikan karakter, “tutur Nadiem.

Sementara itu, Menteri Nadiem Anwar Makarim memmuji program Merdeka Belajar kampus Merdeka (MBKM) di Universitas Sumatera Utara (USU) yang melibatkan mitra lokal.

“Program MBKM pada tahun depan lebih di tingkatkan lagi. Saat ini sudah 50.000 mahasiswa se-Indonesia yang mengikuti program MBKM dan tahun depan targetnya 150.000 mahasiswa,” terang Nadiem.

Ia menyebutkan para rektor agar mengejar dan mempersiapkan program tersebut dengan baik. “Mitra MBKM yang di bangun jangan hanya dari mitra kementrian saja, tapi juga mitra lokal. Saya senang USU sudah menerapkan hal tersebut,” ucap Nadiem.

Nadiem mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan para rektor untuk mempercepat program MBKM di kampus. Pada tahun depan akan ada peningkatan pelaksanaan program itu.

“Jadi, yang pertama peningkatan program MBKM, kedua adalah peningkatan program matching fund. Program ini bentuk nyata dukungan dari Kemendikbudristek untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguruan tinggi dengan pihak industri,” papar Nadiem.

Ia menjelaskan, program itu untuk mendorong riset terapan di perguruan tinggi. Perusahaan swasta atau nirbala memberikan bantuan pendanan riset yang kemudian lansgsung di tambahi dengan kementrian dengan besaran anggaran yang sama dengan yang di berikan lembaga itu.

“Jadi langsung pemerintah nambah. kalau mereka kasih Rp 1 miliar Pemerintaj kasih lagi Rp 1 miliar. ini luar biasa, jadi kampus harus kejar itu. dan hebatnya lagi, program in bisa di kolaborasikan dengan program MBKM, jadi menyatu semua programnya,” terang Nadiem.

Ia menambahkan, program prioritas ketiga yang perlu di siapkan perguruan tinggi adalah program competitive fund yang tahun depan berfokus pada eco green, blue synergy, dan climate change, “Tiga program itu harus bisa di jalankan perguruan tinggi,” kata Nadiem.

STI Gelar Pelatihan Pembuatan Website Hingga Mengajarkan Digital Marketing

wisatacobangoajalmo.com

Surakarta – seiring dengan perkembangan teknologi yang serba maju, kita tidak bisa terlepas dari berbagai gawai seperti komuter dan internet (website) setiap harinya. Begitu pula peserta didik yang berada di SMK Muhammadiyah 2 karanganyar.

Program Studi Sarjana Sistem Teknologi Informasi (STI) Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (AISKA), melakukan kegiatan pelatihan pembuatan website secara luring di laboratorium SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar yang di dampingi langsung oleh dosen prodi STI, Rahmad Ardhani, M.Kom., beserta mahasiswa prodi STI Avega Tri Regista Nurrega. Pelatihan ini diikuti oleh 30 siswa SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar pada tanggal 28 Juli 2018.

Program pelatihan pembuatan website digital marketing ini merupakan program yang dapat dikatakan sebagai pendukung atau sebagai upaya dalam meningkatkan skill siswa di SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar.

Dalam pelatihan ini tentunya diajarkan bagaimana cara membuat email, membuat akun worpress, menguvah tema sesuai dengan digital marketing, hingga diajarkan bagaimana cara menata konten

Tujuan kegiatan ini adalah pemahaman para siswa SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar tentang bagaimana wordpress, Serta mengembangkan Keterampilan dan Kreativitas siswa dalam hal menulis dan mem-publish website. di kutip dari-Kompasiana.com

Pengenalan Digital Marketing

Konsep Digital Marketing atau pemasaran digital sebenarnya sudah sangat terkenal di beberapa tahun lalu, terutama ketika teknologi semakin menunjukan kemajuan yang pesat. Lalu, apa itu digital Marketing?

Digital marketing adalah semua upaya atau kegiatan pemasaran yang dilakukan dengan menggunakan perangkat elektronik atau internet dan dipadukan dengan berbagai strategi pemasaran seta berbagai platform media digital yang memudahkan konsumen atau pelanggan untuk saling berkomunikasi secara online.

Digital marketing Indonesia juga sudah mulai menambah sangat luas. Para pebisnis dan pengusaha sudah mengepakan sayap bisnis mereka ke berbagai plaform sosial media seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya.

Meskipun Digital marketing juga memiliki tantangan yang cukup berat, namun banyak pengusaha dan pebisnis yang sepakat bahwa digital marketing sangat penting bagi pertumbuhan bisnis dan perusahaan mereka. Menurut website Smart Insights.com, ada beberapa kelebihan pemasaran digital atau digital marketing.